Kamis, 10 Juli 2014

Demo Satpol PP DKI

Minta Diangkat Jadi CPNS, 1000 Satpol PP Gelar Aksi Demo di Balai Kota 

 

Jakarta 3 Juli 2014  - Sebanyak 1000 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) menggelar aksi unjuk rasa di dalam Balai Kota DKI, Jakarta, hari ini. Mereka menuntut pengangkatan status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada personel Satpol PP PTT. Terlihat, ribuan Satpol PP memakai seragam coklat memenuhi selasar Balai Kota, yang terletak di antara Gedung Blok G dan Blok B.

 Salah satu petugas Satpol PP PTT, Mochamad  mengatakan ada sebanyak  1.885  petugas Satpol PP PTT di lima wilayah DKI yang sudah bekerja  sejak tahun 2005, tetapi hingga saat ini tak kunjung diangkat menjadi CPNS. Di Tambah lagi sebanyak  1.885  petugas Satpol PP PTT di lima wilayah DKI tak mempunyai Jaminan Kesehatan yang seharusnya menjadi hak PTT Satpol PP DKI ini sangat wajar dengan tugas yang beresiko tinggi. kalau masyarakat DKI di berikan BPJS tetapi tidak Untuk PTT Satpol PP DKI Yang Tidak mempunyai Jaminan Kesehatan" Kalau Sakit, Kecelakaan, Bahkan untuk kesehatan anak istri biaya berobat sendiri Pantaskah Hal tersebut.

Bahkan, selama bekerja delapan tahun sebagai PTT, pendapatan yang mereka terima jauh dari pendapatan yang diterima CPNS atau PNS DKI. Padahal, secara kinerja mereka sama dengan CPNS. Setiap bulannya, petugas Satpol PP PTT menerima gaji sebesar Rp2.189.000 ditambah tunjangan penambahan penghasilan (TPP) sebesar Rp1.000.000 per bulan. Tetapi dalam sistem Penggajian di 5 wilayah Kota Tempat tugas ber beda beda.

Keterlambatan sering terjadi bahkan seharusnya ini tak pantas dilakukan pemda seharusnya mencontohkan sistem penggajian yang tepat bukan terlambat terus kepada pihak swasta. gaji seharusnya tanggal 1 kadang sampai tanggal 15 dan kadang Juga Cepat tanggal 5 Gaji tak pasti, ini harus menjadi perhatian Pemerintah DKI JAKARTA. sudah sewajarnya mereka diangkat menjadi CPNS, dan mereka punya jaminan kesehatan atau jaminan dari kematian. Karena, pekerjaan mereka sebagai alat penegak peraturan daerah memiliki resiko tinggi

“Tiap hari kami adu otot dengan pelanggar ketertiban umum. Ada beberapa teman yang gugur dalam tugas atau terluka. Namun nasib kami cenderung ditelantarkan pemerintah. Karena itu kami minta Pak Jokowi dan Pak Ahok membantu nasib kami," Ujar Mochammad 

Sebanyak 10 orang perwakilan dari  1.885 personel pegawai tidak tetap (PTT) Satpol PP yang melakukan aksi demo di selasar Balaikota Jakarta diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Salah seorang perwakilan Satpol PP,, menjelaskan, hasil pertemuannya dengan Basuki adalah :
1. Pemprov DKI menjanjikan peningkatan kesejahteraan. 
2.  Pemprov DKI tidak dapat mengabulkan permintaan personel Satpol PP untuk di angkat menjadi        
    CPNS dan selanjutnya PNS. Sebab, apabila dikabulkan, maka akan terjadi ketidakadilan bagi Indonesia.

Di Indonesia, ada sebanyak 74.000 personel PTT Satpol PP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.885 personel PTT Satpol PP di Jakarta. Jika PTT Satpol PP di Jakarta diangkat jadi CPNS maka PTT Satpol PP di seluruh wilayah Indonesia harus diperlakukan sama.

Dari hasil tersebut Himbauan Perwakilan yang Menemui Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Kepada ribauan teman agar coba menerima kenyataan tersebut. yang terpenting adalah hasil yang tidak memuaskan ini harus di realisasikan jangan hanya berjanji saja. Untuk sementara 1.885 personel pegawai tidak tetap (PTT) Satpol PP menerima hasil tersebut. harapan tetap ada maka perhatikan nasib kami.


Baca Juga  Berita Terkait PTT SATPOL PP


Ingat Janji Pak Kukuh Hadi Santosa 

Istighosah PTT Satpol PP DKI JAKARTA Berharap Di angkat CPNS 

Berita satu.com(demo Satpol PP) 

Kompas.com(Demo Satpol PP) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar